Keterlambatan peluncuran produk Airbus maupun pesaingnya: Boeing pada beberapa waktu lalu telah membuat masing-masing dari mereka untuk memperbaiki kinerja mereka. Beberapa ketidaksesuaian antara kebutuhan pelanggan mereka (baca: airlines) dengan apa yang menjadi rancangan produk Airbus juga telah menyebabkan Airbus kehilangan order. Mereka harus melakukan SESUATU!
Bahkan sempat muncul kartun seperti ini:

Saat ini, kecepatan Airbus dalam menyediakan produk ini (target: 2013) adalah satu ukuran penting bagi pelanggan mereka. Beberapa upaya sedang dijalankan oleh Airbus, salah satunya dengan menjalankan Lean Manufacturing. Gerald Weber, ditunjuk sebagai Executive Vice President Operations sejak 2007 sebagai bagian dari program yang akan merubah bagaimana Airbus menghasilkan pesawat. Weber sebelumnya bekerja di lingkungan yang kental dengan implementasi Lean yaitu Daimler, Audi, Volkswagen.

Dalam sebuah wawancara, Weber menyampaikan beberapa contoh hal yang sudah dilakukan di Airbus terkait Lean:
Untuk mempercepat penyelesaian produk ini, Airbus telah memangkas program uji terbang A350 dari 18 bulan menjadi hanya 12 bulan.
Airbus mengurangi jumlah kustomisasi (variasi) dari interior Airbus.
Mengubah cara menggabungkan sistem internal dan badan pesawat. Salah satu perubahannya adalah pre-assemble (pra-rakit) kabel dan tabung untuk hidrolika, elektronik, air dan limbah, AC dan oksigen di menjadi suatu modul yang disebut crown-module dan tinggal memasukkannya ke badan pesawat daripada membawa setiap bagiannya secara terpisah ke dalam badan pesawat. Proses ini bertujuan untuk mengurangi waktu perakitan sebanyak 20 persen.
Sebuah A350 memiliki lebih dari 45.000 bracket yang berbeda untuk mengikat kabel-kabel di dalam pesawat, mereka sedang menguranginya menjadi hanya 5.000.
Saat ini, “Setiap orang bekerja lebih dekat bersama di A350,” kata Weber. Perancang, insinyur dan pelanggan bekerja sama dari awal pesawat untuk mengidentifikasi potensi perbaikan. Tidak ada lagi silo yang membuat proses perbaikan kinerja proses dan produk terhambat.

Sebagai gambaran, A350 akan dirakit di Toulouse, dengan bagian ekor yang berasal dari Spanyol, sayap berasal dari Inggris, sebagian besar badan pesawat berasal dari Jerman.

Pekerja di Airbus juga kemudian diajak untuk mempelajari produksi di pabrik Porsche dan Volkswagen. Airbus telah menempatkan lebih dari 2.000 pekerja di sebuah di fasilitas Hamburg melalui sebuah akademi yang disebut akademi Lean agar mereka dapat mempelajari bagaimana proses produksi dapat diperbaiki.
Lalu, bagaimana dengan Anda? Bagaimana dengan implementasi continuous improvement di organisasi Anda? Apakah Anda sudah melakukan SESUATU untuk membuat organisasi Anda lebih baik?
Jika Anda tertarik dengan Lean, Anda juga dapat men-download ebook ringkas mengenai Lean, Manfaat, Hambatan, dan Budaya Organisasi di LINK INI.

Sumber: Airbus, Bloomberg BusinessWeek, AirlinesHerald. Foto: FlightInternational, Airbus, Wikipedia, AirlinesHerald.