Event akbar di dunia Continuous Improvement di Indonesia akhirnya terlaksana dengan sukses pada tanggal 26-27 November 2012 lalu.Indonesia Operational Conference Conference and Award 2012(Opexcon12) yang digelar di Hotel J.W. Marriott Jakarta menampilkan lima pembicara dari berbagai perusahaan, yang berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menerapkan berbagai metode improvement di perusahaannya, seperti metode Lean, Six Sigma, TPM, dan sebagainya.

Pada event Opexcon12, diumumkan pemenang yang Continue reading →

5 Implementation Leaders
2 Power Pre-Workshops
1 Event

Indonesia Operational Excellence Conference & Awards 2012 (opexcon12) provides a rare opportunity to enrich your knowledge and get updates on Continuous Improvement and Operational Excellence directly from those who have implemented them!

 

Listen directly to experience-sharing from Danone Sari Husada, Frina Lestari Nusantara, Bukit Asam, UOB Indonesia. All in 1 event.

 

Also attend 2 Power Pre-Workshops of Lean Logistics and Power of Statistics!

CONFERENCE

Driving Company Wide Effort for Operational Excellence

Teguh Lestiono
VP Portofolio Credit Improvement Program, Bank UOB Indonesia

Is Pull System Effective for You?

Sudharshan Chakraborti
Lean Expert, Former GM of Adidas Indonesia

Seven Steps to Autonomous Maintenance in Bukit Asam

Suryo Eko Hadianto
Sr. Manager of Corporate Development, PT Bukit Asam Tbk.

CEO Experience Sharing: Integrating Lean and Six Sigma to Improve Customer Satisfaction and Profitability

Fransisca Harlijanto
CEO, PT Frina Lestari Nusantara

Starting Lean Journey in Danone

Sumadi
Continuous Improvement Manager, Danone Sarihusada

POWER PRE-WORKSHOPS

  • Understanding Lean Logistic through Simulation
  • The power of Statistic for Continuous Improvement Project

INFORMATION AND REGISTRATION
Call: Julia or Wulan – 021-5763020
Email: [email protected]

GROUP AND EARLY BIRD BONUS
Register before Oct 31and get special 18% discount!
Learning and sharing with colleagues is always better and fun. Register a group of 8 to get 4 additional FREE seats!

Hotel arrangement in Jakarta please call Julia or Wulan at 021-5763020.

This event is supported by SSCX, Majalah Shift Indonesia, Vorne Industries and their local partner FTX Asia, and Minitab.

Overall Equpment Effectiveness (OEE) adalah metrik efektif tidaknya suatu operasi produksi dijalankan. Hasil dinyatakan dalam bentuk yang bersifat umum sehingga memungkinkan benchmarking terhadap periode waktu sebelumnya ataupun terhadap equipment lain. OEE merupakan indikator yang sangat penting di machine-driven atau equipment-driven industries, seperti manufaktur, tambang.

OEE juga biasanya digunakan sebagai key performance indicator (KPI) dalam implementasi lean manufacturing ataupun TPM untuk memberikan indikator keberhasilan.

OEE terdiri dari tiga komponen yang diukur yaitu Availability, Performance, dan Quality.

Penghitungan OEE = Availability x Performance x Quality
Contoh:

Availability = 90%
Performance = 85%
Quality = 98%
Maka OEE = 90% Availability x 85% Performance x 98% Quality = 75%

Availability adalah indikator yang menunjukkan kehandalan mesin, berapa lama waktu mesin downtime dan lama waktu untuk setup dan adjustment. Performance adalah indikator seberapa mampu equipment bekerja pada kecepatan standardnya. Quality rate adalah indikator untuk seberapa banyak scrap atau rework pada sebuah proses.

OEE juga dapat ditampilkan real time:

Real Time OEE Indicator dapat dipelajari di www.ftx.asia

Untuk mendapatkan sesi gratis bagaimana mengukur dan meningkatkan overall equipment effectiveness di lini produksi Anda, hubungi [email protected].

“Produk Jepang seperti mobil dan elektronik telah diakui kualitasnya oleh dunia, kemudian kami berpikir – kenapa kami tidak menggunakan pengetahuan di sektor tersebut untuk pakaian?”

Shin Odake, Chief Operating Officer dan Acting-CEO Uniqlo USA adalah figur yang memperkenalkan Uniqlo pada Lean Manufacturing. Odake berpikir bahwa Lean akan cocok diterapkan dalam industril retail.

Uniqlo Way

Transparansi, standarisasi, dan Kaizen adalah budaya yang berkembang di Uniqlo. Continue reading →

Salah satu kunci inovasi dalam metode Lean Six Sigma terletak dalam sumber daya manusia, peran yang dibentuk, dan kapabilitas yang dimasukkan ke dalam sumber daya manusianya. Sebelum adanya Lean Six Sigma, kualitas manajemen dalam prakteknya sebagian besar diserahkan kepada pabrik dan ahli statistik yang masing-masing berada di departemen yang berbeda. Karena Lean Six Sigma merupakan metodologi yang berpusat kepada manusia, maka dalam setiap inisiatifnya diperlukan berbagai peran dengan tanggung jawab dan tugas-tugas yang berbeda untuk memungkinkan berjalannya proyek-proyek Lean Six Sigma. Peran-peran tersebut adalah Continue reading →

SSCX International mengadakan pelatihan dua hari (public class) Total Productive Maintenance (TPM) di Harris Hotel Jakarta, tangal 12 dan 13 April lalu. Pelatihan penuh interaksi ini difasilitasi oleh konsultan senior SSCX, Riyantono.

TPM merupakan sebuah metode perbaikan yang melibatkan seluruh karyawan untuk meningkatkan kemampuan perawatan mesin, peralatan serta meningkatkan produktifitas. Tujuannya adalah mengurangi inefisiensi mesin dan kerugian yang diakibatkannya, seperti downtime, change-over, idle, defect dan rework. Peserta diharapkan akan memahami filosofi, strategi dan tools dari TPM dan menguasai pendekatan yang dilakukan untuk memperbaiki efektifitas mesin dan peralatan secara keseluruhan, dalam usaha pencapaian operational excellence di perusahaan.

Pelatihan ini diikuti oleh para plant manager dan staf produksi dari berbagai perusahaan dengan latar belakang industri berbeda, terutama dari perusahaan manufaktur alat berat, bahan konstruksi dan farmasi.

TPM merupakan bagian dari program Lean Manufacturing, metode improvement yang bertujuan untuk mengurangi pemborosan proses. Pelatihan ini dapat dilakukan secara in-house disertai dengan workshop langsung di area produksi (gemba). Informasi lebih lanjut hubungi SSCX di 021 576 3020 atau Ira ([email protected]) dan Rani ([email protected]).

Ketika kinerja sebuah tim tidak sebaik yang diharapkan, hal itu tentunya membawa pengaruh buruk bagi seluruh anggota tim dan juga dampak yang bisa jadi fatal bagi proyek atau tujuan yang seharusnya dicapai oleh tim. Atas dasar itulah Dr. Meredith Belbin dan timnya kemudian melakukan suatu riset berkaitan dengan kebutuhan untuk mengontrol dinamika tim dan bagaimana mengantisipasi setiap masalah yang diprediksi dapat menimpa tim.

Riset tersebut membuktikan bahwa keberhasilan sebuah tim bukan terletak pada faktor intelektual semata, namun lebih kepada perilaku (behavior) dari anggota tim. Riset tersebut lalu mengidentifikasi sejumlah behavior, yang masing-masing memiliki kontribusi tersendiri terhadap tim. Sejumlah behavior yang memiliki ciri khas masing-masing ini kemudian disebut Team Roles.

Definisi umum Team Roles adalah suatu kecenderungan untuk berperilaku, berkontribusi dan berelasi dengan anggota tim lain dengan cara tertentu yang khas. Telah ditemukan bahwa setiap orang memiliki beberapa Team Roles dalam diri masing-masing dengan kadar yang berbeda-beda.

Dalam risetnya tersebut, Belbin menemukan 9 tipe Team Role, yaitu: Continue reading →

Berikut adalah sebuah artikel dari James Womack, penulis The Machine That Changed the World, sebuah buku hasil riset yang menjelaskan secara rinci Lean Manufacturing dan bagaimana cara Toyota melakukannya. Artikel ini merupakan artikel yang sudah lama, 8 tahun lalu tepatnya, tetapi masih sangat relevan hingga hari ini.

Ini mengherankan saya, tapi saya masih mendapatkan banyak pertanyaan tentang bagaimana “Lean” dibandingkan dengan Six Sigma, Total Productive Maintenance, Business Process Re-engineering, Demand Flow, Theory of Constraint, dan pendekatan lain untuk perbaikan.

Dan saya selalu memberikan jawaban yang sama: ada akhir hari kita semua berusaha untuk mencapai hal yang sama: perfect value stream.

Berikut adalah cara saya berpikir tentang hal ini,  Continue reading →