Membangun Budaya Keselamatan dengan TPM

admin | 22 September 2022 • 3 minutes

TPM adalah strategi untuk mencapai produktivitas maksimal sementara OEE adalah strategi yang cukup transparan untuk menilainya. Kedua tools ini sangat dibutuhkan oleh proses manufaktur.

Memahami risiko industri dapat membantu pemimpin menciptakan pelatihan yang efektif. Memahami pentingnya faktor keamanan mendorong karyawan untuk membawanya ke kebiasaan bekerja sehari-hari. Ya, keselamatan harus menjadi fokus utama di tempat kerja dan ketika karyawan memiliki kesadaran yang tinggi akan hal ini maka mereka akan mampu mengidentifikasi apapun yang bisa menjadi bahaya dan mencegah kerugian sebelum terjadi.

Excellent people, keselamatan adalah tentang orang, sementara membangun kesadaran akan pentingnya keselamatan adalah tentang perilaku yang dikembangkan menjadi budaya perusahaan. Tentu, untuk membangun suatu budaya tidak bisa singkat, butuh waktu, biaya, dan sumber daya yang berkomitmen penuh untuk mendukung perilaku tersebut. Untuk itu, perlu dibangun rencana tindakan yang searah dengan tujuan dan berkontribusi terhadap peningkatan sistem keselamatan.

Membangun lingkungan kerja yang lebih aman

Dibutuhkan pendekatan yang proaktif untuk membangun budaya keselamatan di tempat kerja. Tim manajemen biasanya memiliki program yang diperlukan untuk mewujudkannya. Salah satu metode yang semakin banyak diadopsi oleh perusahaan di industri manufaktur adalah Total Productive Maintenance atau disingkat TPM.

Istilah ini sudah tidak asing lagi, banyak perusahaan ternama sudah mengimplementasikannya. Praktek terbaiknya, setiap pekerja di fasilitas manufaktur tidak hanya sekedar tahu tentang metode ini tetapi mereka mampu memahami peran penting mereka untuk ikut menjaga keselamatan lingkungan kerja dan memastikan produksi berjalan aman dan optimal.

Nah, tentu saja semua kondisi tersebut berangkat dari kebijakan yang dibuat oleh manajemen. Manajemen memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan standar dan prosedur untuk memastikan semua sistem dan proses di perusahaan berjalan baik. Tanggung jawab ini termasuk meningkatkan keterlibatan karyawan, memberdayakan karyawan, dan membangun kompetensi karyawan.

Konsep TPM menekankan keterlibatan setiap orang untuk mengambil tanggung jawab dalam melakukan pemeliharaan mesin secara preventif. Karena melekat ke dalam tugas harian, maka akan terbentuk kondisi positif dimana tingkat keterlibatan karyawan sangat tinggi. Dalam kondisi ini, setiap individu merasa bahwa mereka menjadi bagian penting dari organisasi dan jika secara proaktif diberdayakan mereka akan berkontribusi luar biasa untuk perusahaan. 

Bagaimana TPM bisa berkontribusi pada keselamatan?

Bagi yang belum tahu apa itu TPM, mungkin Anda masih bertanya-tanya bagaimana satu metode bisa membantu keselamatan karyawan di pabrik?

TPM adalah filosofi Lean Manufacturing yang digunakan untuk mencapai produksi yang sempurna tanpa ada kerusakan barang (zero defect), tanpa terjadi kerusakan mesin (zero breakdown), dan tanpa terjadi kecelakaan (zero accident). Caranya yaitu dengan memberdayakan semua karyawan untuk menjalankan pemeliharaan peralatan secara proaktif dan preventif untuk memaksimalkan produktivitas.

Implementasi TPM menggunakan 8 Pilar dimana 5S menjadi landasan utamanya. Sebagai fondasi, 5S memastikan semua ruang kerja agar selalu ringkas (Seiri), diatur dengan rapi (Seiton), resik atau selalu dibersihkan (Seiso), selalu dirawat (Seiketsu), dan distandarisasi setiap saat (Shitsuke). Konsep ini sangat mudah sehingga semua orang bisa menerapkannya untuk mendapatkan tempat kerja yang lebih aman dan sudah terbukti kegiatan sederhana dengan 5S dapat mengurangi risiko keselamatan.

Konsisten menjalankan 5S dan melakukan perawatan mesin yang berkelanjutan akan membuat mesin selalu bersih tanpa ada masalah yang tersembunyi. Kondisi ini berbanding terbalik dengan lingkungan kerja yang kotor dimana risiko kecelakaan di fasilitas produksi bisa sangat tinggi atau di area produksi dengan penempatan dan pengaturan peralatan yang salah (terlebih lagi berantakan) dapat menyebabkan terjadinya insiden yang fatal. 

TPM dan OEE

TPM adalah metode yang digunakan untuk mengembangkan kemampuan orang sehingga dapat menghasilkan perubahan budaya yang mendorong perbaikan berkelanjutan dan mendukung inisiatif Lean. Kenapa TPM sangat dibutuhkan untuk mencapai organisasi yang Lean? Karena untuk menjadi Lean, semua peralatan dan proses perusahaan harus handal. Nah untuk mengetahui tingkat kehandalan tersebut, maka kita butuh satu ukuran yang tepat yaitu Overall Effectiveness Equipment atau OEE.

Mengutip Food Manufacturing, OEE disebut sebagai standar emas untuk mengukur produktivitas manufaktur dan dipandang sebagai alat yang dapat membantu  peningkatan berkelanjutan. OEE menilai tiga bidang utama proses manufaktur perusahaan, meliputi Availability (ketersediaan), Performance (performa), dan Quality (kualitas). Angka OEE yang kita dapat menjadi wawasan untuk kita mengidentifikasi kerugian saat ini dan peluang perbaikan kedepannya.

TPM adalah strategi untuk mencapai produktivitas maksimal sementara OEE adalah strategi yang cukup transparan untuk menilainya. Kedua tools ini sangat dibutuhkan oleh proses manufaktur.

Namun, sebelum mengadopsi baik itu TPM maupun sistem atau perangkat lunak OEE, Anda perlu memastikan bahwa ini adalah investasi yang tepat dan tim juga sudah siap untuk mengadopsinya. Berikan dukungan untuk semua individu yang terlibat, diantaranya melalui pelatihan dan pendampingan sebelum dan pada saat implementasi, juga menjaga keberlangsungan program setelah sukses dijalankan agar manfaat yang didapat berkesinambungan. 

Next Articles

Fishbone diagram merupakan alat terstruktur untuk melakukan brainstorming, yang dibuat khusus untuk membantu tim mengidentifikasi potensi penyebab masalah. Disebut sebagai fishbone sendiri karena tampilan diagramnya yang menyerupai tulang ikan.