Lean Starbucks

Starbucks

Sore itu, saat Anda mengunjungi salah satu gerai Starbucks, yang segera terlintas pada saat Anda di depan counter adalah kopi apa yang akan Anda pesan, apakah segelas cappuccino panas atau mungkin frappuccino dengan whipped cream di atasnya. Aroma kopi segera menyegarkan Anda lengkap dengan pastry yang siap disajikan.

Sedikit berpindah dari situasi di dalam gerai, Starbucks adalah salah satu perusahaan yang terkena imbas krisis finansial pada 2008-2009. Segera setelah hempasan krisis yang membuat perusahaan tersebut sempat merugi di beberapa kwartal, Starbucks segera melakukan pembenahan-pembenahan serius, terutama di Amerika, mulai dari evaluasi atas kinerja gerai dan menutup gerai yang tidak menguntungkan.

Salah satu inisiatif yang mereka jalankan dan sedang diuji-cobakan di Amerika adalah Lean (Link: Apa itu Lean?). Inisiatif Lean ini mereka jalankan dengan tujuan yang sama seperti yang Anda duga: penghematan biaya. Dengan menjalankan Lean, Howard Schultz berharap efisiensi tiap toko dapat diperbaiki dan tentu saja hal ini akan berimbas pada keuntungan.

Improvement (perbaikan) yang mereka lakukan bervariasi, tentu saja mulai dari hal-hal sederhana yang ada di area kerja dan yang paling penting adalah mengurangi aktivitas yang tidak menambah nilai (waste atau non-value-add). Dengan mengurangi waste ini, satu orang barista dapat melayani lebih banyak pelanggan.
Barista
Contoh lain pengurangan waste di Starbucks yang membantu efisiensi proses adalah saat ini mereka bisa mempercepat proses penyajian dengan cara memberi tanda pada pitcher susu (kedelai, tanpa lemak, rendah lemak) dengan memberikan warna pada pitcher. Pitcher kemudian ditempatkan di counter, sehingga barista dapat dengan cepat mengakses pitcher tanpa lagi membungkuk. Barista akan memiliki waktu untuk berinteraksi dengan pelanggan!

Inisiatif Lean ini dilaporkan memberikan dampak signifikan pada struktur biaya mereka, bahkan dalam laporan terakhir, Starbucks mengumumkan bahwa keuntungan kwartal 4 naik 3 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya!

Dalam sebuah conference call, CEO Howard Schultz mengatakan:

Sebagian besar pengurangan biaya yang telah kita capai berasal dari cara baru beroperasi dan melayani pelanggan kami. Selama kuartal ini, kami mulai menggelar inisiatif perbaikan, kami melakukan serangkaian proses perbaikan di toko kami menggunakan prinsip Lean.
Kami telah melihat hasil yang menggembirakan selama beberapa kuartal, bukan hanya meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya, tetapi yang paling penting kami meningkatkan hubungan kami dengan pelanggan.

Bagaimana dengan Anda?

Sudahkah Anda memiliki upaya untuk terus menerus memperbaiki proses, meningkatkan kepuasan pelanggan, meningkatkan efisiensi, dan tentu saja keuntungan jangka panjang?

Sudahkah Anda berinvestasi pada anggota tim Anda dengan melengkapi mereka dengan keahlian, skillset, dan know-how untuk mampu melakukan improvement dan cost transformation?

Tertarik untuk mengetahui bagaimana Lean bisa membantu Anda?
Hubungi SSCX di solution@sscxinternational.com, untuk presentasi gratis bagi tim direksi Anda.

Tags: ,

Leave a Reply