Takt Time: Kunci Utama Kurangi Overproduction dan Tingkatkan Efisiensi

Daftar Isi:
- Pengantar
- Takt Time vs Cycle Time
- Penghitungan dan Pengaplikasian Takt Time
- Manfaat dari Takt Time
- Frequently Asked Questions (FAQs)
- Kesimpulan
- Referensi
Dalam manajemen, kita mengenal berbagai istilah yang tampaknya terpisah-pisah, padahal sebenarnya saling berkaitan. Ada yang sifatnya filosofis, seperti kaizen, ada model berpikir, ada juga kerangka kerja (framework), lalu framework ini dijalankan lewat metode dan didukung oleh alat-alat bantu (tools). Berbagai istilah yang Anda kenal selama ini masuk ke dalam klasifikasi seperti di atas. Secara teoritis memang demikian, tetapi bukan berarti ada hierarki yang kaku di antara istilah-istilah itu. Lebih tepatnya, pembagian tersebut membantu kita memahami peran masing-masing konsep dalam konteks manajemen. Setiap istilah berfungsi melengkapi yang lain, bukan berdiri sendiri. Semuanya saling terhubung dan bersama-sama membentuk satu sistem yang dinamis.
Pembahasan kita kali ini kali ini tentang Takt Time, yang merupakan konsep dalam manufaktur. Ini merujuk pada waktu ideal untuk memproduksi suatu produk agar sesuai dengan permintaan pelanggan. Bisa juga diartikan sebagai pengukuran kapasitas produksi berbasis permintaan. Singkatnya adalah target kecepatan kerja supaya sesuai permintaan. Mengacu pada sejarahnya, konsep ini pertama kali muncul pada tahun 1930 di Jerman pada industri militer aerospace (pesawat militer atau peralatan penerbangan). Tujuan awalnya kala itu menyinkronkan produksi dengan kebutuhan operasional militer. Baru kemudian menjadi lebih luas ketika Toyota mengadopsi dan menyempurnakanya sebagai bagian dari Toyota Production System (TPS) di tahun 1950-an.
Takt Time vs Cycle Time
Sekarang kita menemukan istilah manajemen lain dalam satu topik pembahasan. Apa itu? Istilah ini bernama cycle time. Kenapa terdapat istilah lain pada satu pembahasan? Jawaban singkatnya, karena cycle time dan takt time saling melengkapi dalam konteks manajemen produksi, khususnya di industri manufaktur. Meski sering dianggap bagian dari satu konsep, keduanya merupakan hal berbeda:
- Takt Time : waktu produksi ideal yang diharuskan dalam memenuhi permintaan pelanggan. Dengan kata lain takt time berfungsi sebagai batas waktu untuk tiap unit produksi agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan produksi. Secara praktis, takt time digunakan sebagai patokan. Dalam bahasa mudahnya, ini semacam target waktu produksi.
- Cycle Time : waktu nyata yang terjadi di lapangan dalam mengerjakan atau memproduksi produk. Singkatnya, jika takt time semacam target dan waktu ideal, maka cycle time mencerminkan kondisi aktual/ nyata yang menunjukkan sejauh mana target tersebut dapat terpenuhi.
Penghitungan dan Pengaplikasian Takt Time
Jika anda masih kebingungan dan belum mendapat gambaran umum mengenai takt time, maka saatnya kita masuk pada visualisasi perhitunganya.
Suatu perusahaan beroperasi selama 8 jam per hari (480 menit) dan menerima pesanan 120 unit per harinya. Maka, Takt Time = 480 ÷ 120 = 4 menit/unit.
Artinya perusahaan harus memproduksi satu unit setiap 4 menit untuk memenuhi permintaan pelanggan. Meskipun kenyataanya permintaan pelanggan terkadang berfluktuasi, namun perhitunganya tetaplah sama, yakni Takt Time = waktu tersedia dibagi permintaan pelanggan

Untuk semakin memperjelas gambaran anda perihal konsep takt time, berikut merupakan contoh penerapannya. Sebelum itu perlu diingat, meskipun awalnya identik dengan industri manufaktur, konsep takt time juga relevan diterapkan di sektor lain seperti konstruksi dan layanan.
- Sebuah perusahaan manufaktur jendela memproduksi kaca untuk kebutuhan komersial di area metropolitan. Perusahaan beroperasi selama 9 jam per hari, 5 hari dalam seminggu, dengan waktu istirahat 1 jam dan dua kali jeda 15 menit per hari. Dengan demikian, waktu kerja efektif per hari adalah 7,5 jam, atau total 37,5 jam per minggu (7,5 jam × 5 hari). Permintaan pelanggan rata-rata adalah 10 unit jendela per minggu. Maka, perhitungan takt time dilakukan sebagai berikut:
- 7,5 jam/hari × 5 hari = 37,5 jam
( 9 jam kerja – 1 jam istirahat – 2 × 15 menit = 7,5 jam/hari) - Permintaan = 10 jendela/ minggu
- 37,5 ÷ 10 = 3,75 jam
- Hasil ini menunjukkan bahwa perusahaan harus menyelesaikan satu unit jendela setiap 3 jam 45 menit untuk memenuhi permintaan pelanggan secara tepat waktu.
- 7,5 jam/hari × 5 hari = 37,5 jam

Manfaat dari Takt Time
- Meningkatkan Efisiensi
Dengan menyinkronkan kecepatan produksi sesuai dengan permintaan pelanggan, takt time membantu mengurangi pemborosan, mempercepat alur kerja, hasilnya pun efisien dan sesuai kebutuhan konsumen.
- Mengurangi Overproduction
Takt time menjaga ritme produksi tetap sejalan dengan permintaan aktual, sehingga mencegah penumpukan penyimpanan dan pemborosan sumber daya.
- Perencanaan Tenaga Kerja yang Lebih baik
Dengan mengetahui waktu produksi ideal per unit, manajer dapat merancang kebutuhan tenaga kerja secara lebih presisi. Baik dalam menentukan jumlah pekerja per shift maupun pembagian beban kerja antar lini produksi. Dengan begitu, sistem kerja juga lebih seimbang dan terukur.
Frequently Asked Questions (FAQs)
- Apakah takt time sama dengan cycle time?
Tidak. Takt time adalah target waktu maksimal untuk memproduksi satu unit berdasarkan permintaan pelanggan, sedangkan cycle time adalah waktu aktual yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses produksi dari awal hingga akhir. - Bagaimana cara menghitung takt time?
Takt time dihitung dengan membagi waktu kerja tersedia dengan jumlah permintaan pelanggan dalam periode waktu yang sama. Rumusnya adalah: Takt Time = waktu tersedia dibagi permintaan pelanggan - Mengapa takt time penting dalam produksi?
Takt time membantu menyinkronkan produksi dengan permintaan, mengurangi overproduction, meminimalkan pemborosan, dan meningkatkan efisiensi serta pengelolaan sumber daya manusia. - Apakah takt time hanya berlaku di industri manufaktur?
Takt time juga relevan diterapkan di sektor lain seperti konstruksi, logistik, layanan kesehatan, dan berbagai layanan profesional lainnya. - Apa yang harus dilakukan jika cycle time lebih lambat dari takt time?
Jika cycle time lebih lambat dari takt time, artinya produksi tidak mampu memenuhi permintaan tepat waktu. Solusinya bisa berupa peningkatan efisiensi proses, penambahan sumber daya, atau evaluasi terhadap hambatan dalam sistem kerja.
Takt time merupakan konsep dalam manajemen produksi, khususnya manufaktur yang merujuk pada waktu ideal untuk memproduksi unit produk agar sesuai dengan permintaan pelanggan. Dengan menetapkan waktu ideal untuk memproduksi unit produk agar sesuai dengan permintaan pelanggan, takt time tidak hanya membantu mengurangi pemborosan dan overproduction, tetapi juga meningkatkan efisiensi serta perencanaan tenaga kerja. Meskipun awalnya berkembang di industri manufaktur, prinsip ini bersifat universal dan telah diterapkan secara luas di berbagai sektor seperti konstruksi dan layanan. Memahami dan menerapkan takt time secara tepat memungkinkan perusahaan menjaga ritme kerja yang stabil dan responsif terhadap permintaan pelanggan.
Referensi
TAKT Time: A Key Tool for Managing Production Speed. (n.d.). Six Sigma Development Solutions, Inc. Retrieved July 8, 2025, from https://sixsigmadsi.com/what-is-takt-time/
Indeed Editorial Team. (2023, June 24). What is takt time? (With examples and how to calculate). Indeed. https://www.indeed.com/career-advice/career-development/takt-time
Voehl, F., Harrington, H. J., Mignosa, C., & Charron, R. (2014). The Lean Six Sigma Black Belt handbook: Tools and methods for process acceleration (eBook ed.). CRC Press





